Pegrafis Bali


Seni cetak grafis merupakan medium penciptaan karya rupa dwimatra yang menawarkan ekplorasi medium dan teknis yang sangat luas. Cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring serta turunan dan kombinasi varian penciptaannya adalah jalan dan cara yang dipilih pegrafis untuk merealiasikan gagasannya secara visual.


Seni cetak yang sejatinya adalah seni gandaan, beredisi (lebih dari satu) ini dikerjakan secara manual dan semi mekanik oleh senimannya atau dengan bantuan seorang master printer. Keterlibatan tangan seniman secara aktif dalam proses pembuatan acuan cetak hingga proses penggandaan, menjadikan hasil cetak yang jamak ini sebagai karya seni cetak yang multi-orisinil.


Seni cetak grafis, seperti juga di banyak tempat di Nusantara, masih belum sepopuler seni lain yang lebih dulu dikenal di tanah air. Untuk itu kehadiran Devfto Printmaking Institute di Bali memiliki tujuan untuk memberi kontribusi pada perkembangan seni cetak di Bali yang diharapkan dapat turut mempopulerkan seni cetak grafis di medan seni rupa tanah air.


Karya perwakilan 13 seniman Bali yang turut dipamerkan dalam pameran di Lawangwangi Art Space ini umumnya adalah mereka yang pernah berkarya dan terlibat dalam perhelatan seni cetak grafis yang diselenggarakan oleh Devfto Printmaking Institute. Keseluruhan karya dicetak beredisi ke atas kertas dengan teknik cetak relief, intaglio, lithography dan Screen printing.


Atas penyelenggaraan pameran ini, perkenankan saya beserta Agugn Prabowo, Chusin Setiadikara, Dewa Made Johana, Handy Saputra, Ida Bagus Putu Purwa,Irene Febry, Kadek Dwi Darmawan, Made Wiradana, Made Palguna, Putra Wali Aco, Satria Nugraha dan Wayan Upadana, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Andonowati, Bapak Tisna Sanjaya, Bapak Asmujo Jono Irianto, Saudara Gusbarlian, Para Staff Art Sociates dan Lawangwangi Art Space, yang mendukung terlaksananya pameran ini.



Ubud, Mei 2022

Devy Ferdianto


*Tulisan Devy Ferdianto untuk pameran Tarung Grafis.

2 views0 comments